Become a Full Time Mother

Hai, let me introduce myself ..

Namaku Salsabiela D. Suyudi, seorang wanita yg berasal dari keluarga beranggotakan 5 orang dimana saya adalah anak kedua, yg kemudian menuntut ilmu hingga jenjang profesi kesehatan yakni apoteker.

Saya berasal dari kota sukabumi, tempat saya dilahirkan dan besar disana hingga sebelum saya kuliah-menikah. Kenapa terkesan begitu? Karena saya kuliah di daerah tangerang selatan, pinggir kota Jakarta dan mengambil profesi di kota yang sangat membuat rindu, Solo atau Surakarta. Pendidikan saya tempuh dari usia 4 tahun (TK) hingga saya berusia 22 tahun (Apoteker).

Saya bertemu suami saya saat kami berada di tingkat profesi apoteker. Which means suami saya juga teman sejawat saya, a pharmacist, karena di luar negeri apoteker disebut pharmacist tidak apothecary. lantas kenapa disebut apoteker? Nanti deh saya bahas di postingan selanjutnya. Kami tinggal di kota cirebon, perbatasan jawa barat dan jawa tengah. Kota yg tepat berada di tengah2 kota asal kami masing masing

Kami menikah di awal tahun 2018 dan Alhamdulillah di akhir tahun yg sama saya melahirkan seorang putri cantik yg kami panggil Tisha, yg melengkapi kehidupan di tahun pertama pernikahan kami. Lahir di sukabumi, sama seperti saya, karena saya melahirkan ingin ditemani keluarga saya terutama karena ia adalah cucu pertama bagi orangtua saya.

Sejak sebelum menikah saya sudah resign dengan alasan menyelesaikan studi lanjutan saya yakni, S2. Tapi sayang hingga saat ini saya belum menyelesaikan studi yg dimulai sejak tahun 2015 tersebut. Doakan saya bisa menyelesaikan gelar ketiga saya ini..

Sejak resign dan jobless, alhamdulillah sebenarnya tawaran banyak. Entah datang kepada saya langsung atau melalui orang orang terdekat saya. Tapi keputusan saya saat itu fokus pada studi dahulu. Lalu Allah karuniai saya kehamilan pertama yg membuat suami saya meminta saya istirahat di kota tinggal kami karena kondisi saya yg hiperemesis..

Alhamdulillah Allah masih beri saya dan suami kepercayaan. Ia melindungi anak kami meski pun mengalami banyak hal selama bayi kami masih di kandungan hingga bayi kami lahir sehat sempurna dan saat ini sedang mengalami tumbuh kembang yg cukup baik untuk usia nya..

Become a full time mother is not easy, but not so hard even it’s really tiring for me. Kenapa? Karena sebenarnya aku suka aktifitas yg “memaksa” seperti bekerja dibandingkan hanya mengurus rumah (mari kita pisahkan bagian mengurus anak). Tapi anehnya saya belum juga terbiasa menyelesaikan semua tugas dalam satu hari, pasti masih ada saja yg tertumpuk hingga beberapa hari. Kenapa? Karena saya tidak tega meninggalkan si kecil main di kasur sendirian atau karena saya belum bisa melaksanakan tugas rumah dibarengi dengan menggendong anak.

Mungkin juga karena saya mendapat gambaran mengenai seorang ibu adalah seorang pekerja. Kedua ibu saya (ibu kandung dan ibu mertua) adalah seorang guru dan pekerja kantoran yg bahkan juga mengambil sambilan dengan berjualan entah baju atau katering makanan. Sehingga dalam benak saya, mengurus rumah tangga saja akan sangat membuat saya jenuh dan justru tidak produktif.

Sadar tidak sadar, ketika kita sedang dikejar banyak deadline atau waktu yg sempit. Mau tidak mau kita perlu membagi dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin selagi kita bisa. Berbeda dengan ibu rumah tangga yg 24 jam dirumah, di benak saya pada akhirnya saya jadi menunda pekerjaan (selain memang karena sifat jelek saya adalah itu)

Jenuh untuk pertama kali nya saya alami . Bergulat dengan aktifitas yg itu itu saja jujur membuat saya jenuh. Apalagi ditambah saya mengalami baby blues dan post parfum disease pasca melahirkan terutama saat kembali bertiga dengan suami dan anak saya.